Showing posts with label Prabowo Hatta. Show all posts
Showing posts with label Prabowo Hatta. Show all posts

Friday, May 30, 2014

Ahok Memilih Prabowo ketimbang Jokowi

Ahok Memilih Prabowo ketimbang Jokowi

Pasangan Jokowi-JK dan Prabowo-Hatta maju di Pilpres 2014. Jokowi dan Prabowo merupakan orang dekat ataupun sahabat dari Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Jokowi merupakan bos Ahok di Pemprov DKI Jakarta. Sedangkan, Prabowo sendiri merupakan atasan Ahok di Partai Gerindra. Lalu, Ahok pilih mana di antara kedua capres tersebut? Ahok mengaku tidak bingung dua bosnya maju sebagai calon presiden mendatang.

Namun, dia menegaskan lebih memilih Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk menjadi presiden ketimbang Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Ahok beralasan gaya kepemimpinan Prabowo lebih cocok jadi presiden ketimbang Jokowi.

"Saya pikir kalau tentara lebih bagus pimpin. Lebih tegas. Saya pilih pak Prabowo karena stylenya bukan karena satu partai. Dia sudah teruji dong," ujar Ahok saat berdiskusi dengan awak redaksi merdeka.com di kantor merdeka.com, Jakarta, Kamis (29/5).

Namun, Ahok mengakui Jokowi juga punya keahlian memimpin. Hal tersebut terbukti dalam dua tahun beberapa program andalan Pemprov DKI Jakarta berjalan dengan baik. Ahok menegaskan Jokowi terlalu penyabar sehingga sering dimainkan oleh anak buahnya.

"Kalau misalnya urusan Jakarta semua selesai, dia (Jokowi) sudah teruji dong. Pak Jokowi lebih sabarnya. Tapi, kalau ditanya saya pilih pak Prabowo dong," kata dia.

Ahok pun menambahkan secara pribadi lebih memilih Prabowo ketimbang Jokowi. Dia berharap Jokowi balik ke kantornya dan tetap menjadi gubernur DKI. Lantaran, apabila menjadi Gubernur, Ahok bingung pilih wakil gubernur yang bakal mendampinginya nanti.

"Kalau buat saya pribadi. Saya lebih suka prabowo jadi presiden. Kan kalo prabowo presiden, terus jokowi balik niy. Makanya saya minta jangan mundur, saya enak jadi bemper aja. Kalau jokowi jadi presiden, saya repot belum tau niy wakil saya nanti seperti saya atau enggak," pungkas dia.

Read More

Thursday, May 29, 2014

Daftar 22 Artis/Selebriti Pendukung Prabowo - Hatta

Prabowo Subianto dan barisan artis pendukungnya.
Partai politik tak hanya menggaet artis untuk merebut sebanyak- banyaknya kursi di DPR RI. Soal kemampuan mereka dalam hal legislasi (perumusan undang- undang pro rakyat) itu urusan belakangan.

Nah, adu kuat gaet-menggaet artis juga terjadi antara kubu calon presiden Prabowo VS Joko Widodo. Dengan merangkul artis, ribuan dan mungkin jutaan penggemar di seantero negeri diharapkan ikutan mendukung.

Siapa artis yang merapat di kubu Prabowo? Ampuhkan popularitas mereka dalam mengajak jutaan penggemar mendukung capres jagoannya?

Berikut deretan artis pendukung capres Prabowo-Hatta  yang menamakan diri Gerakan Pemuda Indonesia untuk Prabowo-Hatta (Gema Indonesia):

1.    Ahmad Dani, musisi
2.    Anang Hermansyah, musisi
3.    Rafi Ahmad, aktor/presenter
4.    Rachel Maryam, penyanyi
5.    Jaja Miharja, aktor
6.    Luna Maya, aktris/model
7.    Mulan Jameela, penyanyi
8.    Rhoma Irama, penyanyi
9.    Ashanty, penyanyi
10.    Ananda Mikola, pembalap
11.    Pasha Ungu, penyanyi
12.    Dwiki Darmawan, musisi
13.    Andhika, eks Kangen Band
14.    Vonny Sumlang, penyanyi
15.    Sandro Tobing, musisi
16.    Ricky Likoer, penyanyi
17.    Agus Wisman, penyanyi
18.    Ismi Aziz, penyanyi
19.    Yayuk Suseno, penyanyi/pemain film
20.    Endang S Taurina, penyanyi
21.    Mega Mustika, penyanyi
22.    Bugi Satrio, pekerja seni
Read More

Sejumlah Guru Besar Mendeklarasikan Dukungan ke Prabowo

Prabowo - Hatta
Para Guru Besar Emeritus dan Cendekiawan mendeklarasikan dukungannya terhadap Calon Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Hatta Rajasa, hari ini, Selasa 27 Mei 2014. Visi dan misi yang diusung keduanya dianggap paling jelas dalam membawa Indonesia menjadi lebih baik ke depannya.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, salah satu profesor yang memberikan dukungannya dalam deklarasi tersebut, mengatakan bahwa Prabowo-Hatta memiliki tujuan kebangsaan yang arahnya jelas dan tanpa basa basi.

"Dan, yang pasti tidak kehilangan rasa kerakyatannya," ujar Mahfud.

Menurut dia, capres dan cawapres yang diusung Partai Gerindra serta mitra koalisinya ini harus diperjuangkan, khususnya oleh para cendikiawan dan seluruh guru besar di Indonesia.

"Sebagai salah satu guru besar yang mendeklarasikan dukungan kepada Prabowo dan Hatta, saya mengucapkan selamat, mudah-mudahan akan terpilih dan kita perjuangkan untuk itu," tambahnya.

Sementara itu, Prof. Dr. Laode Masihu Kamaludin, salah satu deklarator, mengungkapkan di antara capres dan cawapres lainnya, pasangan Prabowo-Hatta lebih jelas akan membawa Indonesia ke arah yang tepat.

Indikatornya antara lain, kata dia, kemampuan pasangan ini dalam memahami kondisi global sudah teruji. Pasangan ini juga memiliki kemampuan untuk mendorong kelas menegah untuk naik kelas menjadi negara maju.

"Itulah yang menjadi alasan kami titipkan bangsa ini kepada pak Prabowo," kata dia.

Ketua Panitia Pelaksana Deklarasi tersebut, Juliana Wahid, mengungkapkan salah satu alasan dukungan tersebut karena Prabowo dianggap sosok yang luar biasa. Indonesia di mata para profesor, menurutnya, membutuhkan bukan pemimpin biasa.

"Kita prihatin kondisi bangsa. Pemimpin yang kita butuhkan bukan hanya sederhana, tetapi super kepemimpinan. Perilaku boleh sederhana, pemikiran harus luar biasa. Insya Allah ada di Prabowo dan Hatta Rajasa," kata Juliana.

Deklarasi ini lanjutnya, juga tidak akan hanya dilakukan di Jakarta, tetapi akan terus dilakukan di seluruh pelosok tanah air. Komitmen ini merupakan bentuk dukungan dari sedikitnya 1.000 guru besar emeritus dan cendikiawan di seluruh Indonesia.

"Ini acara lanjutan di Kartika Chandra dan berlanjut ke Riau, Aceh, Kendari. Semua daerah yang ada guru besarnya dukung Prabowo, tidak ada kabupaten, kecamatan akan kita galang dukung Prabowo Subianto," tambahnya.

Amanat dan komitmen para Guru Besar Emiritus dan Cendikiawan yang dituangkan dalam bentuk deklarasi bersama dukungan kepada pasangan Prabowo-Hatta yaitu:

1. Melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara mumurni dan konsekwen menjaga keutuhan NKRI dan Bhineka Tungal Ika.

2. Komitmen yang bersungguh-sungguh untuk melaksanakan pasal 33 uud tentang pengembangan ekonomi bangsa berbasis kerakyatan.

3. Komitmen kuat pemberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme

4. Komitmen untuk membangun kemendirian bangsa untuk bidang politik ekonomi dan budaya sehingga tidak terjadi imperialisme model baru.

Untuk melaksanakan hal tersebut diatas kami memberi amanah kepada Prabowo-Hatta  untuk jadi capres 2014-2019

Menanggapi hal tersebut, Prabowo Subianto mengatakan dukungan para profesor dan cendikiawan untuk membangun bangsa sangat dibutuhkan ke depannya. Sebab, kalangan tersebut merupakan salah satu aset bangsa yang menentukan kemajuan bangsa dengan pemikiran-pemikirannya.

"Kami yakin dengan keberpihakan guru besar dan cendikiawan dapat membangun masa depan yang kuat dan baik untuk rakyat kita cintai," tegasnya.

Dalam deklarasi tersebut dihadiri antara lain, Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso, Prof. Dr. Nanat Fatah Natsir, Prof. Dr. Arif, Prof. Dr. Laode Masihu Kamaludin, Prof. Dr. Marwah Daud Ibrahim, Prof. Dr. Nabila Lubis, dan Prof. Dr. Andi Faisal Lubis, Prof. Dr. Suyatno. (asp)
 
Read More

Wagub Jabar Deddy Mizwar Pilih Prabowo-Hatta

Deddy Mizwar. TEMPO/Dian Triyuli Handoko
Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengaku memilih Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa sebagai presiden dan wakilnya. "Negara membutuhkan Prabowo-Hatta saat ini. Pemimpin masa depan adalah Jokowi. Dua-duanya adalah orang baik, tapi sayangnya kita harus menentukan salah satu," kata dia di Bandung, Rabu, 28 Mei 2014.

Menurut Deddy, ada sejumlah alasan menjatuhkan pilihannya pada pasangan Prabowo-Hatta. Salah satunya, Deddy sudah mengenal Prabowo saat masih berpangkat mayor saat beraktivitas di perguruan silat Satria Muda bersama Iwan Abdurachman alias Abah Iwan. "Jadi saya tahu komitmennya dia, kecintaannya dia pada negeri ini. Gak usah diragukan," kata dia.

Deddy juga mengaku kenal baik dengan Jokowi. "Mas Jokowi juga teman baik saya. Saya pernah diminta jadi wakil gubernurnya," kata dia. Menurut dia, Jokowi masih dibutuhkan oleh Jakarta. Jokowi juga harus membuktikan dirinya dulu. "Kita belum lihat karya fenomenalnya Mas Jokowi, baru lihat blusukan-nya. Tapi, dia orang baik," kata Deddy.

Jokowi dinilainya sebagai pemimpin masa depan Indonesia. Sehingga, kata Deddy, kalau lima tahun ini Jokowi bisa menunjukkan hasil yang signifikan, maka selanjutnya tidak akan ada yang membendung Jokowi jadi presiden.

Deddy belum menerima permintaan untuk bergabung dalam tim sukses pemenangan Prabowo-Hatta, termasuk menjadi juru kampanye. Dia akan menampik tawaran itu karena Ahmad Heryawan yang ditunjuk menjadi Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta kemungkinan akan mengambil cuti sebagai gubernur.

"Masa dua-duanya cuti, gubernur sama wakil gubernur. Nanti kosong Jawa Barat, nanti ada kudeta," kata dia. Sebelumnya, Ketua Tim Pemenganan Prabowo-Hatta Jawa Barat, Ahmad Heryawan, mengatakan akan mengajak wakil gubernurnya, Deddy Mizwar, bergabung dalam tim sukses. "Deddy Mizwar diajak, Insya Allah," kata dia di Bandung, Selasa, 27 Mei 2014.

Read More

Hatta Rajasa : Korupsi Musuh Rakyat

Capres dan Cawaprs poros Partai Gerindra-Partai Amanat Nasional (PAN) Prabowo Subianto (kedua kiri) dan Hatta Rajasa (ketiga kiri) bersiap menjalani tes kesehatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (23/5).
Pasangan capres-cawapres dari koalisi Merah Putih Prabowo Subianto-Hatta Rajasa berkomitmen dalam pemberantasan kejahatan korupsi di Indonesia. Keduanya ingin membangun pemerintahan yang bersih dari tindak pidana rasuah itu.

"Kita sangat tegas mengatakan dalam visi kita. Kita mengatakan korupsi adalah musuh rakyat," ujar Hatta, di Hotel Sahid, Jakarta Pusat, kemarin. 
Hatta mengatakan, korupsi merupakan kejahatan luar biasa yang harus mendapat perhatian khusus dalam penegakkan hukum ke depan.

Sementara Prabowo mengatakan, penguatan lembaga penegak hukum juga diperlukan untuk mencegah dan memberantas korupsi. Bukan hanya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), ia mengatakan, aparat Kepolisian dan Kejaksaan pun harus diperkuat dan diberdayakan dalam perang melawan kejahatan kerah putih itu. 

"Kita harus selesaikan. Kita harus habisi," kata Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu.
Hatta menyebut aparat penegak hukum tidak perlu ragu dalam menindak pelaku kejahatan korupsi. Ia mengatakan, tindakan tegas harus dilakukan untuk menimbulkan efek jera. 

Saat ditanya mengenai hukuman mati untuk koruptor, Hatta menyerahkannya pada ketentuan yang berlaku. "Itu terserah kepada hakimnya dalam konteks seperti itu," ujar mantan Menteri Koordinator Perekonomian itu.

Menurut Hatta, hukuman yang layak harus diberikan pada para koruptor. Apalagi, ia mengatakan, tindak korupsi yang dilakukan dalam konteks terkait kemanusiaan. 

Ia mencontohkan apabila ada orang yang korupsi dana bantuan untuk korban bencana. "Itu dahsyat, itu kejahatan yang luar biasa. Saya kira hakim akan memberikan tindakan hukum yang sangat setimpal untuk itu," kata dia.

Read More

Dukungan Umat Islam ke Prabowo-Hatta Terus Mengalir

Hatta Rajasa
Calon Wakil Presiden (Cawapres) Hatta Rajasa menghadiri Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) ke II dan Milad ke 86 Persatuan Tarbiyah Islamiyah - Persatuan Wanita Tarbiyah Islamiyah (Perwati) di Jakarta, Selasa (27/5) malam. 

Kedatangan Hatta bukan sekadar menghadiri undangan dan membuka acara Rapimnas, tapi juga menerima dukungan dari salah satu organisasi masyarakat (ormas) Islam ini.
Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Tarbiyah Islamiyah, Basri Bermanda mengungkapkan, seluruh pimpinan pusat dan daerah Persatuan Tarbiyah Islamiyah sepakat mendukung pasangan calon presiden (capres) Prabowo Subianto dan cawapres Hatta Rajasa dalam pemilu presiden (pilpres) 9 Juli mendatang. Menurut dia, Indonesia butuh pemimpin yang tegas, tidak berpihak ke asing serta berkomitmen menjaga marwah umat Islam.

Basri menegaskan, saat ini adalah pertaruhan bagi umat Islam dan bangsa Indonesia ketika negara tetangga lain sudah lebih dulu maju dan sejahtera. Ia menekankan perlunya pemimpin yang amanah bertanggung jawab menjaga nasib umat Islam sebagai mayoritas di bangsa ini. Terlebih kenyataanya hanya dua capres-cawapres yang maju dalam pilpres mendatang, dan akan lebih mudah melihat siapa dibalik kedua pasang capres tersebut.

Ia menerangkan, dalam pembahasan Forum Umat Islam (FUI) pada Maret lalu di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI), telah mengamanatkan kepada seluruh ormas Islam untuk mendukung capres-cawapres yang sejalan memperjuangkan umat Islam di Indonesia. 

"Alhamdulillah ada dua pasang calon, dan setelah kita bahas, Indonesia butuh pemimpin yang tegas dan komitmen perjuangan keummatan. Karena itu bertepatan  dengan momentum Isra' Miraj ini kami sepakat mendukung pasangan Prabowo-Hatta," ujar Basri di hadapan seluruh pimpinan pusat dan daerah Persatuan Tarbiyah Islamiyah.

"Dukungan ini, tidak ada deal apapun dan kami sepenuhnya ikhlas demi kemajuan dan marwah umat Islam," tambahnya.

sumber 
Read More

Partai Demokrat Condong Dukung Prabowo-Hatta


Pasangan bakal capres dan cawapres, Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa, bersama para pimpinan partai politik pendukungnya, usai mendaftarkan diri menjadi pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden untuk Pemilu Presiden 2014, di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Selasa (20/5/2014).
Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Ahmad Mubarok, mengatakan, partainya akan mendukung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang memiliki gagasan paling dekat dengan Demokrat.
Saat ini, Demokrat masih bersikap netral, setidaknya sampai Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mendengar langsung paparan dari dua capres, Joko Widodo dan Prabowo Subianto.
"Siapa yang punya visi, misi, platform, dan programnya paling dekat dengan Demokrat, itu yang akan didorong," kata Mubarok saat dihubungi, Rabu (28/5/2014).

Mubarok mengatakan, SBY akan bertemu dengan Jokowi dan Prabowo pada 1 Juni 2014. Dalam pertemuan itu, Joko Widodo dan Prabowo Subianto secara bergiliran akan memaparkan visi dan misinya kepada SBY. Lokasi pertemuan masih belum dapat dipastikan.

Mubarok menuturkan, gagasan Jokowi akan diketahui oleh SBY melalui program yang dipaparkan. Selama ini, kata dia, Demokrat menilai, visi dan misi Jokowi masih belum terlihat secara gamblang.

Beda halnya dengan Prabowo Subianto, kata Mubarok, program dan gagasannya telah banyak disampaikan. Terlebih lagi, SBY memiliki kedekatan dengan pendamping Prabowo, Hatta Rajasa, karena masuk dalam Kabinet Indonesia Bersatu. Atas dasar itulah Demokrat lebih condong bergabung dengan poros koalisi yang dibangun Partai Gerindra.

"Sampai sekarang Demokrat masih dekat ke Prabowo. Di rapimnas, 20 persen lebih mendukung Prabowo, kalau Jokowi tidak ada sama sekali," tandasnya.

Jika Demokrat nantinya bergabung dengan poros pendukung Prabowo-Hatta, komposisi dalam koalisi tersebut hampir sama dengan komposisi koalisi Indonesia Bersatu II. Bedanya, poros tersebut tanpa PKB yang mendukung Jokowi-JK. Selain itu, dalam poros Prabowo-Hatta juga ada dua parpol lain, yakni Gerindra dan PBB. Pihak Prabowo-Hatta memang gencar mengajak Demokrat bergabung.
Secara formal, Demokrat tidak terlibat dalam Pilpres 2014 lantaran gagal membentuk poros baru untuk mengusung peserta konvensi. Demokrat tidak bergabung dalam salah satu poros ketika pendaftaran peserta pilpres ke KPU.

Read More

Saturday, December 14, 2013

Add caption






Saya terharu ketika mendapatkan informasi bahwa Prabowo menolak kuliah George Washington University (GWU).  Jiwa nasionalisme membela tanah air telah terjejal di dada anak muda ini.  Prabowo   sebagai salah satu pelajar terbaik di American University in London, mendapat tawaran kuliah di  GWU  melalui secarik surat resmi bertanggal 26 Maret 1968.

Penolakan Prabowo menerima tawaran kuliah di perguruan tinggi terpandang tersebut bersebab karena ingin mengikuti pendidikan di Akademi Militer.  Prabowo memilih melanjutkan pendidikan di dalam negeri mengikuti jejak dua orang pamannya. Sejarah TNI mencatat Subianto  Paman Prabowo gugur  dalam pertempuran di Lengkong Tanggerang.

Saya mau masuk AKMIL Magelang” ucap Prabowo cilik.  Seperti dikutip dalam memoar Prabowo :   “ayah berikan saya nama Subianto. Seorang pejuang. Saya juga ingin menjadi seorang pejuang. Saya ingin membela negara saya. Jika perlu, darah saya untuk merah putih.
Nah kini kita paham, kenapa Prabowo ingin menuntaskan pengabdian kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) .  Kecintaan kepada bumi pertiwi  sungguh luar biasa.  Prabowo lebih memilih menjadi tentara dari pada menyandang gelar sarjana   Universitas Luar Negeri.  Menurut Prabowo Profesi prajurit sapta  marga sebagai wadah pengabdian bela  negara bisa di terapkan secara langsung dalam arti yang sesungguhnya.

Takdir membawa Prabowo bukan menjadi seorang warga negara berkerah putih berdasi, tetapi suatu perjalanan  hidup selama puluhan tahun akrab dengan baju loreng .   Tempaan disiplin militer dan kemudian memimpin beberapa operasi militer  semakin memperkuat jiwa nasionalisme di dada Prabowo.  Negara ini harus dibela mati matian dan nyawa adalah taruhannya.

Selepas karier militer kini Prabowo berpolitik.  Tidak ada yang salah dalam berpolitik.  Menurut Effendi Gazali pakar komunikasi, selama tujuan sejati dari politik adalah untuk mensejahterakan rakyat (publik interest) maka silahkan memihak kepada salah satu partai politik.   Politik memang bersebelahan dengan kekuasaan ibarat satu keping uang  logam tidak bisa dipisahkan. Semua akhirnya  bergantung kepada siapa kekuasaan itu dilimpahkan.  Ketika kekuasaan di pegang oleh seorang pemimpin amanah maka sejahtera lah rakyat.  Sebaliknya bila kekuasaan dipegang oleh pemimpin yang ragu ragu  dalam bertindak maka rakyat  akan menanggung resiko  terbuai angan angan.

Partai Gerindra di dirikan Prabowo sebagai wadah politik untuk mensejahterakan rakyat.  Jiwa dan raga Prabowo yang telah terbina sejak usia muda meggelegak ketika menyaksikan penderitaan rakyat semesta.  Kita harus masuk  dalam sistem ketatanegaraan bila ingin berperan serta dalam membangun bangsa.  Pekerjaan politik beradab dengan selalu berpedoman kepada pengamalan Pancasila dan UUD 45 secara murni dan konsekuen merupakan landasan  utama Partai Gerindra untuk mempertahankan eksistensi bangsa.  Yes NKRI harga mati.
13851066891436525879
(dok. Galery Partai Gerindra)

Sobat perhatikan bukti sejarah diatas. Sejujurnya surat itu adalah suatu penghormatan untuk Keluarga Besar Prof. DR. Soemitro Djoyohadikusumo.  Namun bila kita merenungkan lebih jauh sesungguhnya makna surat dari GWU adalah suatu penghormatan kepada Generasi Muda Indonesia  atas prestasi akdemik.  Banyak anak anak muda kita yang kini belajar di luar negeri.  Mereka mahasiswa cerdas, mereka harus kita berikan peluang untuk ikut berjuang membangun bangsa.  Prabowo telah melakukan hal itu.  Anak anak muda di seputar Partai Gerindra adalah anak anak muda cerdas yang rata-rata memiliki pendidikan di luar negri.  Kita bangga sebagai Bangsa Indonesia, Kita Bisa,…
********
Thamrin Dahlan
Salam salaman Indonesia Raya
PenasehatpenakawanpenasaraN
Universitas Gunadarma Margonda, 22 November 2013


Read More
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...