Showing posts with label Kinerja. Show all posts
Showing posts with label Kinerja. Show all posts

Wednesday, March 16, 2011

Penyebab dan Cara Mengatasi Stress Kerja

Siapa pun pasti pernah mengalami yang namanya stres kerja. Sesuatu yang kita kerjakan berulang-ulang dan monoton pasti menimbulkan kebosanan. Nah, kebosanan itulah salah satu faktor yang menyebabkan stres kerja. Itu sebabnya, semua orang yang bekerja dalam bidang apapun dan di mana pun pasti pernah mengalami yang stres kerja.

Penyebab Stres Kerja

Stres kerja disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut.

  • Faktor internal adalah faktor yang berasal dari diri sendiri, yaitu: (1) pekerjaan tak sesuai minat dan bakat; (2) tidak puas dengan hasil yang diperoleh selama bekerja; (3) pekerjaan tidak sesuai dengan level; dan (4) tidak memiliki keinginan untuk menjadi karyawan.
  • Faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar diri sendiri, yaitu: (1) tekanan dari atasan; (2) persaingan sesama karyawan; (3) tekanan dari keluarga; (4) lingkungan perusahaan yang tidak kondusif; (5) gaji yang tidak sebanding dengan pekerjaan; (6) bosan; dan (7) pekerjaan yang monoton dan tidak ada variasi.

Pengaruh Stres Kerja Terhadap Produktivitas

Stres kerja tidak bisa dianggap sebagai hal yang sepele dan biasa. Stres kerja bisa berpengaruh kepada produktivitas kerja. Karyawan atau pegawai yang memiliki tingkat stres kerja akut akan mengalami gangguan dalam pekerjaan mereka. Biasanya, mereka cenderung menjadi malas dan tidak produktif. Kerja yang mereka lakukan juga menjadi tidak karuan. Bahkan, pengaruh stres yang berkepanjangan bisa membuat perusahaan menjadi bangkrut.

Mengatasi Stres Kerja

Tindakan selanjutnya adalah bagaimana cara mengatasi stres kerja agar tidak sampai berlarut-larut dan mempengaruhi produktivitas kita. Pada dasarnya, stres dalam bekerja merupakan hal wajar. Namun, bila kondisi tersebut tidak berubah dan malah semakin parah, ke depannya akan berakibat fatal. Banyak sekali karyawan yang meninggal tiba-tiba karena stres terhadap pekerjaan yang tak bisa diungkapkan.

Itu sebabnya stres kerja tidak boleh dibiarkan begitu saja. Stres kerja harus segera diatasi. Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi stres kerja adalah sebagai berikut.

  1. Rekreasi ke tempat-tempat hiburan pada akhir pekan. Rekreasi membuat pikiran kita menjadi lebih rileks. Otot-otot yang tadinya kaku bisa lemas dan urat saraf yang tadinya tegang juga bisa lemas dengan rekreasi. Rekreasi membantu kita untuk mengembalikan stamina yang turun.
  2. Berolah raga. Ketika pikiran sedang menumpuk, ada baiknya bila kita berhenti sejenak dan berolah raga. Olah raga terbukti mampu mengembalikan stamina yang turun serta membuat kita menjadi lebih energik. Ada pepatah yang mengatakan bahwa dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat.
  3. Mengikuti komunitas-komunitas tertentu di luar tempat kerja. Biasanya, kita akan bosan dengan hal-hal yang berbau pekerjaan kita di kantor. Itu sebabnya, kita bisa mengikuti komunitas lain di luar kantor yang bidangnya mungkin saja bisa berbeda dengan yang ada di kantor. Hal tersebut mungkin bisa membuat kita menjadi tidak stres dan bosan.
  4. Bersyukur. Bagaimanapun, bersyukur membuat kita senantiasa tidak mudah marah dan stres. Bersyukur juga berarti menikmati hidup karena bekerja pun dinilai sebagai suatu kenikmatan.

Kurangi stres kerja saat ini juga dan anggaplah bahwa kerja itu sama dengan rekreasi. Semangat!

Read More
3 Penyebab Karyawan Jadi Malas Bekerja

Kiki Oktaviani - detikcom

Jakarta - Menurunnya produktivitas kerja bisa disebabkan oleh banyak hal. Seperti dikutip Inspiration for Life, berikut ini akan tiga penyebab umum karyawan jadi malas bekerja.

Browsing internet
Hampir di semua kantor saat ini memiliki akses internet. Kantor merupakan tempat yang sangat rentan bagi pekerja untuk bermain internet. Mereka yang bosan dengan pekerjaannya, dengan mudah bisa 'berselancar' di internet. Membuka Facebook, Twitter, bermain game atau online shopping bisa dilakukan karyawan kapan saja.

Mungkin mereka berniat browsing internet hanya beberapa menit, tapi jika sudah membuka situs-situs internet yang mengasyikan, biasanya mereka lupa akan pekerjaan, bahkan bisa browsing berjam-jam. Hal ini menjadi masalah serius bagi para karyawan. Oleh sebab itu, saat ini banyak kantor yang menutup akses internet dan baru bisa dipergunakan pada jam makan siang atau setelah jam pulang kerja.

Jika internet di kantor Anda bisa diakses kapan saja, berarti Anda sendirilah yang harus mengendalikan diri agar tidak membuka internet jika pekerjaan belum selesai. Cara agar Anda tetap bisa browsing internet tapi tidak mengganggu pekerjaan adalah dengan memberikan self reward. Jadi jika pekerjaan telah selesai, Anda baru bisa membuka internet. Sehingga Anda terpacu menyelesaikan pekerjaan.
Ponsel
Selain internet, ponsel juga dapat mengacaukan manajemen waktu. Bukan hanya menjadi menunda pekerjaan, tapi mengobrol lewat ponsel juga membuat Anda tidak bisa fokus di kantor. Mengobrol berjam-jam di telepon juga mengganggu karyawan lainnya. Cara terbaik adalah dengan memilih profile 'silent' di ponsel Anda. Saat ini banyak perusahaan yang memberikan kebijakan tidak boleh menerima telepon atau menjangkau telepon genggam saat jam kerja berlangsung.

Kelelahan
Istirahat yang kurang, membuat pekerja mudah lelah. Tidak mengherankan jika produktivitasnya menurun. Hal ini biasanya terjadi jika Anda bekerja lembur dan keesokan paginya Anda tetap bekerja pada jam pagi.

(kik/kik)
Read More

Thursday, August 12, 2010

60 Standar Kinerja Instruktur/Fasilitator Professional

TAHAP PERSIAPAN

  • Menyelesaikan semua kegiatan – kegiatan persiapan untuk memenuhi jadual pelaksanaan pelatihan.
  • Mengkaji ulang topik – topik bahasan, termasuk sasaran pelatihan sebelum kelas dimulai
  • Mempersiapkan dan / atau mengkaji ulang rencana pengajaran untuk memenuhi sasaran – sasaran pelatihan.
  • Memastikan bahwa semua peralatan belajar – mengajar yang ditentukan telah tersedia dan berfungsi dengan baik.
  • Memastikan bahwa semua fasilitas kelas, room arrangement, konsumsi dan ruang – ruang diskusi sebagaimana yang ditentukan telah tertata dengan layak.
  • Memastikan bahwa materi – materi peserta telah tersedia dengan baik agar tidak menggangu jadual pengajaran.
  • Memastikan bahwa semua kebutuhan alat – alat tulis baik untuk peserta latih maupun untuk instruktur telah tersedia agar tidak mengganggu jadual pengajaran.
  • Memastikan bahwa semua materi – materi pre course untuk peserta telah diterima para peserta , agar tidak mengganggu kelancaran pengajara di kelas.
  • Review daftar hadir peserta latih untuk memperkirakan tingkat ketrampilan dan pengetahuan peserta latih dan memastikan semua prasyaratan peserta latih telah dipenuhi.
  • Review bahan – bahan evaluasi pelatihan ( test ) sebelumnya dan data – data lain yang relevan.

TAHAP PELAKSANAAN

Pada tahap pelaksanaan ini terdapat 4 bidang yang harus menjadi perhatian instruktur / fasilitator suatu pelatihan yaitu ;

  1. MENDAPATKAN PARTISIPASI PESERTA
  2. MEMENUHI PLAT FORM SKILLS (KETERAMPILAN MENGENDALIKAN KELAS)
  3. BERTANYA & MERESPON PERTANYAAN
  4. PENGGUNAAN PERLENGKAPAN/ALAT BANTU PELATIHAN



MENDAPATKAN PARTISIPASI PESERTA

  • Mendorong partisipasi aktif peserta latih
  • Terbuka untuk berdiskusi dengan peserta selama pelatihan berlangsung, sebelum maupun setelah pelaksanaan pelatihan.
  • Memanggil peserta latih dengan akrab (tidak ada jarak)
  • Menggunakan tehnik – tehnik pemberdayaan yang positif
  • Memberikan reaksi yang tidak berlebihan kepada hal – hal yang telah menjadi rahasia umum.
  • Mempermudah setiap peserta latih melakukan semua kegiatan – kegiatan dalam pelatihan.
  • Mengendalikan situasi dan kondisi kelas.
  • Menjadikan peserta latih sebagai sumber informasi / referensi
  • Tidak menggunakan istilah – istilah yang membuat bingung atau menyesatkan peserta latih.
  • Mengatasi masalah – masalah kelas dengan cara – cara yang santun dan dapat diterima peserta latih.
  • Membuat situasi belajar yang tidak disenangi peserta latih menjadi sebuah pengalaman belajar yang menyenangkan dan produktif.


PLATFORM SKILLS

  • Mampu mengendalikan / mengelola nervousness
  • Senantiasa menjaga kontak mata dengan peserta latih
  • Menggunakan gerak tubuh secara alami dan tidak membuat gerakan – gerakan yang menimbulkan gangguan konsentrasi peserta latih.
  • Berbicara dengan suara yang jelas, dengan nada suara dan volume yang mudah / enak didengar peserta latih.
  • Menggunakan instructor manual dan atau materi – materi training yang ditetapkan sebagai acuan bukan sebagai sebuah script yang kaku.
  • Menunjukan sikap positif kepada para peserta / nara sumber.
  • Menggunakan kosa kata yang mudah dipahami peserta latih dan membuat transisi antar pokok bahasan dengan baik.
  • Memeriksa kembali semua kebutuhan – kebutuhan pelaksanaan pelatihan pada panitia saat akan dimulainya kelas.
  • Menyediakan suatu pengantar yang memberikan diskripasi singkat pokok bahasan yang akan dibahasnya saat memulai suatu pokok bahasan.
  • Memberi tahukan sasaran – sasaran pelatihan.
  • Memberikan ringkasan dari bahasan yang dibawakan dan kemudian membawa peserta latih beralih ke bahasan berikutnya.
  • Memberikan instruksi – instruksi yang jelas untuk semua kegiatan yang harus dilakukan peserta latih.
  • Memberi tekanan pada jadual – jadual penting.
  • 3Menyampaikan semua materi pelatihan seakurat mungkin dan detail sebagaimana ditetapkan pada instructor manual.
  • Menyampaikan semua materi pelatihan dengan runut sesuai dengan instructor manual.
  • Menyampaikan materi pelatihan dengan peralihan yang tidak penuh dengan kejutan.
  • Mampu menunjukan fleksibilitas dengan mengadakan penyesuaian – penyesuaian pada jadual bilamana dianggap perlu, tanpa mengurangi isi pokok bahasan.


BERTANYA & MERESPON PERTANYAAN

  • Menyediakan kesempatan untuk bertanya dan review
  • Menggunakan pertanyaan terbuka untuk menggali lebih jauh resopn – respon peserta.
  • Menggunakan pertanyaan tertutup untuk mengakhiri diskusi – diskusi.
  • Menggunakan pertanyaan untuk memeriksa tingkat pengetahuan, ketrampilan dan sikap peserta latih
  • Menjawab pertanyaan peserta dengan akurat,
  • Bila mana tidak mampu menjawab pertanyaan sulit dari peserta latih, berjanji akan mencari jawaban dan sesegera mungkin melaporkan kepada peserta latih.
  • Menjawab pertanyaan tidak dengan cara defensif
  • Melemparkan kembali pertanyaan kepada para peserta latih
  • Membantu peserta latih untuk menemukan jawabannya sendiri
  • Menghadapi / mengatasi pertanyaan – pertanyaan yang tidak relevan dengan cara yang layak.


PENGGUNAAN PERLENGKAPAN / ALAT BANTU PELATIHAN

  • Menggunakan perlengkapan / alat bantu training untuk menambah pengalaman belajar peserta latih
  • Menunjukan kemahirannnya menggunakan alat bantu pelatihan.
  • Mampu melakukan perbaikan – perbaikan sederhana pada peralatan training saat dibutuhkan.
  • Bilamana dibutuhkan sanggup menggunakan alternatif – alternatif lain sebagai pengganti perlengkapan / alat bantu yang ditentukan.
  • Mengikuti ketentuan – ketentuan keamanan dalam penggunaan peralatan – peralatan pelatihan,
  • Mengikuti manual instruksi penggunaan peralatan / perlengkapan training.


TAHAP EVALUASI

EVALUASI PESERTA

  • Mengevaluasi performance peserta
  • Memberikan umpan balik kepada peserta latih bilamana dibutuhkan / disyaratkan

EVALUASI PELATIHAN

  • Review evaluasi akhir pelatihan (feedback) dan mengambil tindakan – tindakan perbaikan
  • Mengambil tindakan – tindakan perbaikan pada pokok – pokok bahasan sebagaimana disarankan peserta latih.

EVALUASI INSTRUKTUR

  • Review umpan balik untuk Instruktur dan mengambil tindakan – tindakan perbaikan.
  • Mengevaluasi kinerjanya dan mengambil tindakan – tindakan yang diperlukan.
Read More
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...