Saturday, December 12, 2015

Artis ibu kota Nikita Mirzani yang ditangkap Bareskrim di Hotel Kempinsky tadi malam saat hendak berhubungan dengan calon kliennya yang ternyata polisi. Nikita dikenal sebagai artis yang kerap tampil seksi.

Tak heran, dia sering tampil seksi di sejumlah film yang pernah dibintanginya. Di antaranya adalah film Perempuan-Perempuan Liar di tahun 2011, Taman Lawang 2013, Lihat Boleh Pegang Jangan di tahun 2010, Mama Minta Pulsa (2012), Nenek Gayung (2012), Tali Pocong Perawan 2 (2012), dan film-film lainnya.
Tak hanya main film, Nikita Mirzani juga pernah menyanyi, salah satu lagunya adalah Baby I Hate You .  

Tak hanya tampil seksi di layar kaca, dia juga kerap tampil yang sama di kesehariannya. Salah satunya, saat hendak syuting di salah satu lokasi, video berdurasi 2 menit 30 detik itu diposting HANSGIMBALSKY pada 9 April 2015. (Video nya Cari aja Sendiri - Seo Positif)

Read More

Nikita Mirzani Telanjang Saat Ditangkap Polisi

Jakarta Saat ditangkap oleh pihak berwajib pada Kamis (10/12) malam, Nikita Mirzani, yang dituduh terlibat dalam prostitusi online, dalam keadaan semi telanjang. Ia hanya mengenakan pakaian dalam di sebuah kamar hotel berbintang lima di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat.

Menurut Partahi Sihombing, pengacara yang mengaku sebagai kuasa hukum Nikita Mirzani, ada alasan kenapa Nikita tidak mengenakan pakaian. Ketika itu ia baru saja belanja pakaian di sebuah mall, dekat dengan hotel tersebut.

Nikita yang sedang ada janji bertemu dengan kenalannya, Cici, disuruh untuk menunggu di sebuah kamar. Namun, di sana ternyata ada seorang laki-laki yang menunggu kedatangannya. Nikita mengaku tidak mengenal pria ini.

"Dia pikir udah keluar. Karena pas Nikita masuk, udah ada laki-laki ini. Ia tidak menyebutkan siapa dirinya. Makanya Nikita langsung ganti baju yang dibelinya," kata Partahi Sihombing di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (11/12/2015).

"Saat itu Nikita baru belanja satu baju. Ia ganti pakaian. Pakai pakaian dalam saja. Lalu tak lama, masuk, rombongan, gerebek," lanjut Partahi.

Melalui Partahi, Nikita tak menyangka akan terjadi penangkapan terhadapnya. Ia tidak mengerti atas dasar apa dirinya ditangkap oleh pihak berwajib. Apalagi ia tak pernah mengadakan perjanjian dengan laki-laki manapun.

"Dia ga pernah janji sama seseorang. Ga ngerti dalam rangka apa ditangkap. Dia ditangkap sendiri. Di dalam kamar. Di sini Nikita Mirzani hanya sebagai korban, bukan tersangka," tandas Partahi Sihombing.



Read More
Pengungkapan sejumlah artis yang terlibat prostitusi nyatanya tak cukup untuk membuat pelaku lain jera. Bisnis lendir itu tetap menggeliat meski pelanggan harus merogoh kocek dalam-dalam.

Terbukti, polisi kembali mengamankan dua artis tanpa busana di kamar berbeda di Hotel Kempinski, Kamis malam, 10 Desember 2015. Polisi mengungkap dua inisial artis yang terlibat sebagai NM dan PR.

Identitas keduanya semakin terkuak. Polisi menyebut artis pertama ialah model jebolan Miss Indonesia 2014, sedangkan artis kedua ialah artis yang sempat membintangi sejumlah film. Belakangan, identitas NM dikonfirmasi sebagai Nikita Mirzani.

Perempuan beranak dua itu sempat dikait-kaitkan dalam penangkapan muncikari Robby Abbas. Saat itu, dia mengaku tak pernah terjerumus dalam lingkaran prostitusi artis meski sering ditawari untuk melayani nafsu para pria hidung belang.

Diakui artis kelahiran Jakarta, 17 Maret 1986 ini, dia selalu menghiraukan ajakan para pemburu nafsu syahwat untuk berhubungan badan. Apalagi, sambung dia, tarif yang diberikan tak cocok dengan hatinya.

"Tawaran (berhubungan intim) sih sering, siapa sih yang enggak mau sama gue, hahahaha," kata Nikita saat ditemui di kawasan Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Rabu, 13 Mei 2015 lalu.

Nyatanya, Nikita tertangkap tangan dalam kondisi 'siap pakai'. Ia dan PR akhirnya digelandang ke Dinas Sosial untuk dibina. Polisi berharap mereka jera menjual diri setelah kasus terungkap di ruang publik.

Umpan Rp 10 Juta

Kasus terungkap berkat peran Sub Direktorat Judi dan Asusila Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri yang menyamar sebagai pelanggan. Operasi efektif terlaksana 3 hari sebelum penangkapan.

Kepala Sub Direktorat Judi dan Asusila, Komisaris Besar Umar Surya Fana, menyatakan pengungkapan kasus yang dilakukan pihaknya merupakan pendalaman atas kasus yang menjerat Robby Abbas sebagai muncikari.

Dari pendalaman itu didapati nama O dan F sebagai muncikari. Aparat yang menyamar kemudian menghubungi kedua muncikari untuk memesan 'pekerja' yang ditawarkan melalui sosial media. Tawaran pun jatuh pada NM dan PR.

Berdasarkan kesepakatan, NM dibayar sebesar Rp 65 juta, sedangkan PR bertarif Rp 50 juta. Sebelum itu, aparat yang menyamar harus menyerahkan uang Rp 10 juta sebagai uang muka. Sisanya baru dibayar setelah kencan singkat selesai.

Kedua artis dan model itu akhirnya datang ke tempat yang disepakati. Mereka datang bersama kedua muncikari yang memastikan bahwa proses 'pengiriman' sampai ke pelanggan yang tepat.

Polisi kemudian menunggu hingga kedua artis itu tak berpakaian. Setelah unsur terpenuhi, mereka pun diamankan. Sedangkan, kedua muncikari yang menunggu di luar kamar ditangkap dan digelandang ke tahanan Mabes Polri.

Perdagangan Orang

Berdasarkan penyelidikan, terungkap jika O dan F mendapat imbalan Rp 10 juta setiap transaksi. Dari pengakuan, O berprofesi sebagai karyawan diskotek, sedangkan F merupakan manajer yang membawahi 200 artis.

Karena keuntungan ekonomi yang diperolehnya, polisi menjerat kedua muncikari dengan Pasal 2 Undang-Undang Nomor 21/2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Pasal itu menyebutkan tindakan mengeksploitasi orang lain baik disetujui maupun tidak disetujui korban bisa dipidana paling sedikit 3 tahun dan paling lama 15 tahun serta denda paling sedikit Rp 120 juta dan paling banyak Rp 600 juta.

Karena pasal itu pula, baik NM maupun PR diposisikan sebagai korban perdagangan manusia. Polisi menegaskan keduanya merupakan korban karena dieksploitasi dan para muncikari memperoleh keuntungan ekonomi atas jasa yang diberikan 'anak buahnya'.

Berdasarkan data yang tersimpan dalam ponsel sitaan, pelanggan prostitusi artis itu diduga kalangan pejabat. Polisi kini menelusuri identitas para pelanggan untuk menjeratnya dengan UU TPPO.

Bantahan Nikita

Meski identitasnya terkuak, Nikita Mirzani tetap berkelit. Melalui penasihat hukumnya, Partahi Sihombing, ia menuturkan kronologis kejadian yang disebutnya sebagai jebakan.

Menurut Partahi, kliennya hendak menemui seseorang bernama Cici yang merupakan agen asuransi sekaligus EO. Ia berencana membicarakan tawaran pekerjaan sebagai MC untuk sebuah acara.

Nikita berinisiatif mengambil kunci kamar karena mereka memang berjanji untuk bertemu di kamar. Penasihat hukum Nikita Mirzani lainnya, Petrus Balapattyona menyatakan pertemuan bisnis di kamar hotel adalah hal yang biasa. Begitu juga dengan pertemuan tengah malam.

Setelah masuk kamar, Nikita mengaku hendak mencoba pakaian yang baru dibelinya di mal saat polisi mengamankannya. Kondom yang ada di tasnya juga belum sempat digunakan. Apapun pembelaan yang disampaikan Nikita, kita tunggu pengadilan yang memutuskan. (LIPUTAN6.COM)
Read More
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...